Sabtu, Januari 31, 2026
No Result
View All Result
  • Login
INDIKRAF
  • Publik
  • Institusi
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Nasional
  • Dunia
INDIKRAF
  • Publik
  • Institusi
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Nasional
  • Dunia
No Result
View All Result
indikraf
No Result
View All Result

Universitas Brawijaya Kukuhkan Profesor Bidang Ilmu Konservasi Tanah Dan Bidang Ilmu Kebijakan Publik

Redaksi Indikraf by Redaksi Indikraf
4 tahun ago
in Pendidikan, Publik, Terbaru
0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indikraf – Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan dua profesor barunya yakni Prof. Ir. Didik Suprayogo, M.Sc., Ph.D dari Fakultas Pertanian (FP) dan Prof. Anwar Sanusi, Ph.D dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Dalam Pengukuhan yang digelar pada Rapat Terbuka Senat Akademik UB hari Sabtu lalu (19/03/2022) Didik Suprayogo dikukuhkan menjadi profesor dalam bidang Ilmu Konservasi Tanah dan Air sebagai profesor aktif ke-29 dari Fakultas Pertanian UB dan ke-165 di UB, serta menjadi profesor ke-291 dari seluruh profesor yang telah dihasilkan UB. Sementara Anwar Sanusi dikukuhkan sebagai profesor tidak tetap dalam bidang Ilmu Kebijakan Publik (Pengembangan Perdesaan) yang merupakan profesor ke-2 dari FISIP dan profesor aktif ke-166 di UB, serta merupakan profesor ke-292 dari seluruh profesor yang telah dihasilkan UB.

Prof. Ir. Didik Suprayogo, M.Sc., Ph.D
Dalam orasi ilmiahnya, Didik Suprayogo menyampaikan hasil penelitiannya tentang Inovasi BioGT-BOT+ untuk Pertanian Konservasi dalam Budidaya Tanaman Semusim Di Lahan Kering

“Degradasi tanah sangat terkait dengan penurunan kualitas tanah dalam mendukung produksi tanaman dan kualitas sumber daya alam, serta penurunan produktivitas ekosistem. Penurunan fungsi tanah dapat mengakibatkan hilangnya unsur hara tanah, penurunan bahan organik tanah, pemadatan, erosi tanah, dan hilangnya keanekaragaman hayati,” ungkap Didik Suprayogo.

Sekitar 60 persen dari luas daratan dunia saat ini menurut Didik telah mengalami degradasi termasuk yang disebabkan erosi tanah yang merupakan salah satu tantangan terbesar bagi pengelola lahan.

Solusi teknologi untuk pengendalian erosi tanah di awal musim tanam adalah pemberian mulsa di permukaan tanah, namun kurang disukai oleh petani karena kurang praktis dan mudah berserakan di lahan.

Oleh karenanya Didik dan tim mengembangkan penggunaan bahan baku organik yang dimasukkan di antara dua lapisan luar bahan geotekstil yang disebut sebagai inovasi BioGT-BOT+ untuk mendukung pertanian konservasi.

“BioGT-BOT+ ini merupakan merupakan suatu teknologi rakitan dua lapis bahan rajutan dari bahan organik dengan kualitas rendah yang sering dikenal dengan Biogeotekstil (BioGT-) yang berfungsi sebagai mulsa untuk pengendalian erosi tanah. Di dalamnya diisi bahan organik/seresah/residu pertanian untuk memberikan tambahan (+) bahan organik tanah (BOT) agar terjadi penyehatan kesuburan tanah sehingga diperoleh produksi pertanian yang berkelanjutan di lahan kering,” ungkap Didik.

BioGT-BOT+ merupakan produk yang dirancang sederhana, ramah lingkungan, efektif, dan aplikatif, mampu menjawab trade-off antara upaya peningkatan produksi tanaman dan perlindungan sumberdaya tanah untuk mencegah degradasi tanah.

“Selain dirancang untuk mengendalikan erosi tanah, BioGT-BOT+juga dapat menyehatkan tanah melalui penambahan bahan organik, mengendalikan fluktuasi suhu tanah, menjaga kelembaban tanah yang berdampak peningkatan produksi tanaman,” jelas Didik yang menyelesaikan studi S1 di Fakultas Pertanian UB, S2 di Wageningen Agriculture University, The Netherlands, dan S3 di Imperial Colllege, London University, UK.

Selain menjadi dosen, Didik Suprayogo saat ini tengah menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Universitas Brawijaya.

Prof. Drs. Anwar Sanusi, M.PA., Ph.D
Perkembangan era digital menyebabkan ekonomi dunia sedang mengalami transformasi besar ke arah knowledge economy dimana dinamika perkembangan desa juga tidak lepas dari arus besar tersebut. Desa tidak hanya mengalami konversi teknologi informasi analog ke dalam bentuk digital (digitisation), namun juga proses sosio-teknis yang dikelilingi penggunaan teknologi digital yang berpengaruh terhadap konteks sosial dan institutional (digitalisation) yang nantinya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

“Melihat kompleksitas perkembangan kondisi dan tantangan strategis perdesaan, dinilai perlu adanya bentuk kebijakan publik perdesaan yang lebih lincah, adaptif, transformatif dan kokoh. Namun hingga saat ini masih sangat sedikit studi kebijakan publik yang menyentuh tentang kebijakan perdesaan,” ungkap Anwar Sanusi.

Menurut Anwar, dari tahun 2014 hingga 2020 sangatlah minim kajian kebijakan publik yang membahas tentang kebijakan perdesaan, sedangkan di tahun yang sama kajian tentang kebijakan perkotaan mendapatkan porsi yang cukup besar.

“Permasalahan kedua saat ini kita mengalami stagnasi pendekatan pembangunan perdesaan. Dimana kedua permasalahan tersebut bermuara pada permasalahan ketiga yakni  minimnya fokus tata kelola pembangunan perdesaan pada tataran level meso-institusional,” ungkap Anwar.

Oleh karenanya, menurut Anwar perlu terobosan pendekatan kebijakan publik terkait tata kelola pemerintahan Perdesaan Indonesia yang tidak lagi semata-mata terfokus pada aspek-aspek makro-struktural dan makro-kultural.

Anwar Sanusi menawarkan pendekatan baru yang disebut dengan Multi-level Collaborative Governance (MLCG) yang dinilai cukup relevan dalam upaya pengembangan desa dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan multi-level pemerintah dalam kerjasama yang sistematis dan terstruktur dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, Perguruan Tinggi hingga sektor Swasta.

“MLCG ini juga mendorong pengembangan desa berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga pendekatan MLCG akan mempercepat pencapaian desa mandiri melalui tiga keluaran utamanya yaitu manajemen pengetahuan, kepemimpinan transformative dan rekognisi kearifan local,” ujar Anwar dalam orasi ilmiahnya.

Keunggulan dari pendekatan MLCG ini adalah ada keterlibatan berbagai multi-level sektor, pengembangan desa yang berbasis potensi lokal desa dan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal, serta memanfaatkan teknologi dalam upaya pengembangan desa. Dalam hal ini, seluruh pemangku kepentingan merupakan objek sekaligus subjek pembangunan perdesaan.

“Hal ini akan mendorong sense of belonging yang kuat akan tanggung jawab pembangunan perdesaan. Pembangunan perdesaan akan lebih bersifat dinamis dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis dan mampu meminimalisasi risiko yang muncul dari proses pembangunan tersebut,” pungkas Anwar Sanusi.

Anwar Sanusi menyelesaikan studi S1 di Universitas Gadjah Mada, S2 diGraduate School of Policy Sciences (GSPS) Saitama University, Jepang, serta S3 di National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS), Jepang. Ia pernah menduduki jabatan sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tahun 2015 hingga tahun 2020, dan saat ini tengah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan. Republik Indonesia. (Red)

Tags: Anwar SanusiBerita PendidikanBioGT-BOT+Didik SuprayogoFakultas Pertanian UBFISIP UBKota MalangMalangMalang RayaMLCGMulti-Level Collaborative GovernancePendekatan MLCGPendidikanProfesorProfesor UBUBUniversitas Brawijaya

Related Posts

Strategi City Branding Pasca Pengakuan UNESCO, Mahasiswa Universitas Bakrie Bedah Potensi Media Arts Kota Malang

1 bulan ago
Regional CEO BNI Kanwil 18 Malang,Soesetyo priharjanto saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Festival Mbois ke-10 kemarin pagi

Begini Kata Regional CEO BNI Tentang Festival Mbois X di Kota Malang

3 bulan ago

Festival Mbois Ke-10 Resmi Dibuka, Malang Rayakan “Lebaran Ekraf” dengan Ribuan Pengunjung

ICCN & ICCF 2025 Gelar Pra-Konferensi “Road to ICCF 2025”

ICCF 2025 Digelar di Malang Raya, Kreativitas Menyatu, Nusantaraya Jadi Simfoni Baru

Digitalisasi Bisnis Jadi Kunci! Indosat Sasar UMKM Malang Agar Cuan Online Meningkat

Next Post
Sambut Ramadhan 1443 H, Smartfren Berbagi Paket Sembako Warga Sekitar

Sambut Ramadhan 1443 H, Smartfren Berbagi Paket Sembako Warga Sekitar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Strategi City Branding Pasca Pengakuan UNESCO, Mahasiswa Universitas Bakrie Bedah Potensi Media Arts Kota Malang
  • Begini Kata Regional CEO BNI Tentang Festival Mbois X di Kota Malang
  • Festival Mbois Ke-10 Resmi Dibuka, Malang Rayakan “Lebaran Ekraf” dengan Ribuan Pengunjung
  • ICCN & ICCF 2025 Gelar Pra-Konferensi “Road to ICCF 2025”

Kategori

  • Covid-19
  • Dunia
  • Ekbis
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Institusi
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Publik
  • Teknologi
  • Terbaru
  • Tidak Terkategori

© 2022 - 2025 INDIKRAF - Indonesia Industri Kreatif News.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2022 - 2025 INDIKRAF - Indonesia Industri Kreatif News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In