Sabtu, Januari 31, 2026
No Result
View All Result
  • Login
INDIKRAF
  • Publik
  • Institusi
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Nasional
  • Dunia
INDIKRAF
  • Publik
  • Institusi
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Nasional
  • Dunia
No Result
View All Result
indikraf
No Result
View All Result

Strategi City Branding Pasca Pengakuan UNESCO, Mahasiswa Universitas Bakrie Bedah Potensi Media Arts Kota Malang

Redaksi Indikraf by Redaksi Indikraf
1 bulan ago
in Ekbis, Pendidikan, Publik, Terbaru
0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kota Malang, Indikraf.id – Kota Malang kini memegang predikat prestisius sebagai City of Media Arts dari UNESCO. Status Kota Kreatif Dunia untuk Media Art ini tidak sekadar label, melainkan tanggung jawab besar untuk membuktikan diri di kancah global. Melihat peluang tersebut, sekelompok mahasiswa dari Universitas Bakrie turun langsung ke lapangan untuk memperkuat strategi city branding Kota Malang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Program yang dimulai sejak tanggal 21 hingga 23 November 2025 ini menjadi wujud konkret kolaborasi antara akademisi dan praktisi ekonomi kreatif di kota Malang, dimana mahasiswa yang tergabung dalam mata kuliah Komunikasi Digital dan Sosiologi Media ini menggandeng Pemerintah Kota Malang dan Malang Creative Fusion sebagai mitra utama kegiatan PkM. Fokus mereka jelas, yakni memastikan identitas kota berbasis seni dan teknologi digital semakin mengakar kuat.

Rangkaian kegiatan dikemas secara mendalam melalui diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD), wawancara kepada para pemangku kepentingan, hingga pemetaan potensi ekosistem kreatif lokal. Langkah ini diambil untuk menemukan formula komunikasi yang tepat agar pesan Kota Kreatif Dunia sampai ke masyarakat luas.

Ketua Tim mahasiswa, Vicky Arief Herinadharma, menekankan bahwa pengakuan dari UNESCO adalah peluang emas untuk memposisikan Kota Malang sebagai pusat Media Arts nasional maupun internasional. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pencapaian ini harus dibarengi dengan aksi nyata di tingkat akar rumput.

Vicky menjelaskan bahwa pengakuan tersebut perlu diiringi dengan penguatan kapasitas komunitas kreatif, peningkatan literasi media digital, serta kolaborasi lintas sektor agar dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Dalam salah satu sesi diskusi, perwakilan mahasiswa Universitas Bakrie juga menyampaikan bahwa mereka ingin predikat dari UNESCO tersebut memberikan dampak yang bisa diukur. Kegiatan ini dirancang untuk mendukung ekosistem kreatif Kota Malang melalui pendekatan komunikasi, riset lapangan, dan produksi gagasan strategis yang relevan dengan kebutuhan mitra. Mahasiswa ingin memastikan bahwa predikat UNESCO tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga berdampak nyata.

Dari hasil pendampingan di lapangan, tim mahasiswa menggarisbawahi beberapa poin krusial untuk masa depan city branding Malang yakni konsistensi narasi kota, penguatan manajemen komunitas, serta pemanfaatan konten digital yang tetap berpijak pada kearifan lokal menjadi kunci utama. Selain itu, keterlibatan generasi muda dianggap sebagai mesin penggerak agar industri kreatif di Malang tetap berdaya saing.

Inisiatif ini juga selaras dengan target global dalam Sustainable Development Goals, terutama pada aspek pendidikan berkualitas, penyediaan pekerjaan layak, serta pengembangan kota yang berkelanjutan. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan komunitas seperti Malang Creative Fusion diharapkan mampu menciptakan model pembangunan kota kreatif yang inklusif dan inovatif.

Keterlibatan langsung mahasiswa Universitas Bakrie dalam dinamika sosial dan ekonomi Kota Malang menunjukkan bahwa kajian akademik memiliki kekuatan besar jika diimplementasikan secara nyata. Melalui langkah ini, citra Kota Malang sebagai kota kreatif dunia diharapkan semakin solid dan mampu bersaing di level internasional. (Red)

Tags: City BrandingEkonomi KreatifEli Jamilah MiharjaIndikrafIndikraf.idKomunitas Kreatif MalangKota Kreatif DuniaKota MalangMalang Creative FusionPengabdian Masyarakat Universitas BakrieUNESCO City Of Media ArtsUniversitas BakrieVicky Arief Herinadharma

Related Posts

Regional CEO BNI Kanwil 18 Malang,Soesetyo priharjanto saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Festival Mbois ke-10 kemarin pagi

Begini Kata Regional CEO BNI Tentang Festival Mbois X di Kota Malang

3 bulan ago
Salah satu kordinator MCF yang juga Ketua OC ICCF 2025, Vicky Arief tengah memotong tumpeng sebagai wujud rasa syukur terlaksananya FMX 2025

Festival Mbois Ke-10 Resmi Dibuka, Malang Rayakan “Lebaran Ekraf” dengan Ribuan Pengunjung

3 bulan ago

ICCN & ICCF 2025 Gelar Pra-Konferensi “Road to ICCF 2025”

ICCF 2025 Digelar di Malang Raya, Kreativitas Menyatu, Nusantaraya Jadi Simfoni Baru

Digitalisasi Bisnis Jadi Kunci! Indosat Sasar UMKM Malang Agar Cuan Online Meningkat

Didampingi Gubernur Jatim, Menteri Ekonomi Kreatif Kagum Kunjungi KEK Singhasari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Strategi City Branding Pasca Pengakuan UNESCO, Mahasiswa Universitas Bakrie Bedah Potensi Media Arts Kota Malang
  • Begini Kata Regional CEO BNI Tentang Festival Mbois X di Kota Malang
  • Festival Mbois Ke-10 Resmi Dibuka, Malang Rayakan “Lebaran Ekraf” dengan Ribuan Pengunjung
  • ICCN & ICCF 2025 Gelar Pra-Konferensi “Road to ICCF 2025”

Kategori

  • Covid-19
  • Dunia
  • Ekbis
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Institusi
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Publik
  • Teknologi
  • Terbaru
  • Tidak Terkategori

© 2022 - 2025 INDIKRAF - Indonesia Industri Kreatif News.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2022 - 2025 INDIKRAF - Indonesia Industri Kreatif News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In