Indikraf – Menjadi seorang mahasiswa tentunya sangat berbeda dengan tahapan menjadi seorang siswa SLTA, sehingga membutuhkan proses pengenalan bagaimana pola kehidupan di kampus (perguruan tinggi) beserta semua fasilitas yang dapat dimanfaatkan.
Terkait dengan hal tersebut, setiap mahasiswa baru (maba) di semua fakultas dalam Universitas Brawijaya (UB) akan mengikuti tahapan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB/PK2Maba) baik di tingkat Universitas ataupun di fakultas masing-masing.
PKKMB juga dilaksanakan di Fakultas Vokasi UB mulai pagi hari tadi, Sabtu (20/08/2022) di kampus Dieng.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Vokasi UB, Dr. rer.pol Romy Hermawan, S.Sos., MAP menyampaikan setelah kondisi pandemi Covid-19 mulai mereda akhirnya Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya kali ini dapat melaksanakan kegiatan PKKMB secara luring.
“Alhamdulillah akhirnya Vokasi UB dapat melaksanakan kegiatan PKKMB secara luring, dimana untuk kali ini Vokasi UB menerima sebanyak 1.276 orang mahasiswa baru,” ungkap Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Vokasi UB.
Menurut Romy, 1.276 orang mahasiswa baru tersebut selama PKKMB kali ini terbagi dalam 50 cluster yang masing-masing cluster menggunakan nama kerajaan yang pernah ada di nusantara.
Sementara itu, sambutan hangat juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Vokasi UB, Dr unti Ludigdo, SE., M.Si., Ak kepada para peserta PKKMB 2022 sebagai mahasiswa baru Fakultas Vokasi UB.
“Kami dari pihak Fakultas, para pengajar, tenaga pendidikan hingga kakak-kakak tingkat kalian dengan hangat menyambut kehadiran kalian dengan bentangan karpet merah sebagai mahasiswa baru Fakultas Vokasi UB,” ujar Unti Ludigdo.
Pelaksanaan PKKMB di Fakultas Vokasi di kampus Dieng UB ini mendapat perhatian dari Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D. Med.Sc. yang juga nampak hadir dalam pembukaan kegiatan PKKMB Vokasi UB tersebut.
“We Are Vokasioner. Vokasioner, Praktisi Sejati. Saya mengucapkan Selamat Datang kepada mahasiswa baru yang diterima di Fakultas Vokasi ini. Pendidikan Vokasi ini merupakan salah satu pendidikan yang menjadi titik tumpu pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Nasional Indonesia,” ujar Rektor UB.
Menurut Widodo, para mahasiswa baru Vokasi Universitas Brawijaya harus merasa bangga dapat diterima di Fakultas Vokasi UB karena tidak semua pendaftar dapat diterima menjadi mahasiswa barunya.
“Pemerintah Indonesia saat ini tengah menggalakkan upaya pendidikan vokasi di tanah air, dan akan banyak sekali program pemerintah dan program pengembangan SDM serta platform pembangunan kita akan didasarkan pada SDM Vokasi. Kita siapkan semua fasilitas terbaik termasuk para pengajarnya, namun itu tidak cukup karena kesuksesan itu muncul dan diraih oleh para mahasiswa itu sendiri,” ungkap Widodo. (Red)




