Sabtu, Januari 31, 2026
No Result
View All Result
  • Login
INDIKRAF
  • Publik
  • Institusi
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Nasional
  • Dunia
INDIKRAF
  • Publik
  • Institusi
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Nasional
  • Dunia
No Result
View All Result
indikraf
No Result
View All Result

Peta Jalan DAD Ciptaan Profesor UB Dapat Minimalisir Kecelakaan Di Perlintasan Kereta Api

Redaksi Indikraf by Redaksi Indikraf
2 tahun ago
in Pendidikan, Publik, Terbaru
Prof. Sugiono, S.T., M.T., Ph.D., berhasil ciptakan Peta Jalan DAD untuk meningkatkan konsentrasi pengendara saat akan melintasi perlintasan kereta api (Foto : Redaksi)

Prof. Sugiono, S.T., M.T., Ph.D., berhasil ciptakan Peta Jalan DAD untuk meningkatkan konsentrasi pengendara saat akan melintasi perlintasan kereta api (Foto : Redaksi)

0
SHARES
49
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indikraf.id – Kecelakaan di sekitar perlintasan kereta api di Indonesia masih kerap terjadi, salah satunya disebabkan tidak adanya petugas atau palang pintu saat kereta api melintas. Di Indonesia terdata ada 2.259 perlintasan kereta api yang tidak dijaga petugas atau memiliki palang pintu, dan selama tahun 2022 tercatat terjadi 289 kecelakaan di perlintasan kereta api sebidang. Jumlah tersebut menunjukkan setiap minggu ada lebih dari enam kali kecelakaan, dimana sekitar 251 (87 persen) kecelakaan terjadi pada perlintasan tanpa petugas.

Menyikapi hal tersebut, salah satu Profesor dari Universitas Brawijaya (UB) yakni Prof. Sugiono, S.T., M.T., Ph.D., berhasil menciptakan peta jalan yang diberi nama DAD (Double Awareness Driving) dengan tujuan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di sekitar perlintasan kereta api.

“Jadi kecelakaan di sekitar perlintasan kereta api ini disebabkan banyak hal salah satunya adalah tidak adanya pejaga atau palang pintu pada perlintasan kereta, lampu kurang terang atau infrastruktur lainnya, sementara sisanya adalah faktor human error misalkan cara mengemudi yang tidak aman atau ugal-ugalan, tidak mengetahui medan dan lain sebagainya. Dengan peta jalan DAD ini maka akan ada pemberitahuan awal (early warning) bagi para pengendara kendaraan saat akan melintas perlintasan kereta,” ungkap Sugiono.

Dengan mengaktifkan aplikasi peta jalan DAD yang terintegrasi dengan jaringan internet tersebut, maka pengendara akan mendapatkan pemberitahuan berapa perlintasan yang akan dilalui sebelum sampai di lokasi tujuan. Aplikasi Peta Jalan DAD akan memberikan peringatan sebanyak tiga kali sesuai dengan jarak kendaraan dengan perlintasan kereta api.

“Jadi satu kilometer sebelum perlintasan kereta api maka aplikasi peta jalan DAD akan memberikan alarm dengan warna hijau, peringatan kedua akan diberikan dengan warna kuning saat semakin mendekati perlintasan dan peringatan terakhir akan berbunyi dengan tanda warna merah 100 meter sebelum melewati perlintasan kereta api.

Menurut pria yang akan dikukuhkan sebagai Profesor aktif ke-27 di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) pada tanggal 12 Desember 2023 mendatang, dengan adanya peringatan dari Peta jalan DAD tersebut akan membuat para pengendara akan menjadi lebih waspada saat akan melintasi perlintasan kereta api.

“Hal ini telah kita uji coba dengan pengujian menggunakan rekaman perubahan pada sinyal otak melalui alat Electroencephalogram (EEG) yang menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi pengendara hingga 21.66 persen,” ungkap Prof. Sugiono.

Profesor Sugiono mengakui peta jalan DAD yang berhasil diciptakan saat ini masih masuk dalam tahap pertama dari tiga tahapan yang akan dilakukannya sebagai pengembangan Peta Jalan DAD yakni pembuatan peringatan untuk kereta api atau Masinis sehingga dapat mengetahui kondisi perlintasan yang akan dilalui.

“Jadi peringatan tidak hanya diberikan bagi para pengemudi kendaraan yang akan melintas di perlintasan kereta api saja, Masinis juga perlu informasi terkait kondisi perlintasan yang akan dilalui. Sehingga pengemudi kendaraan dan masinis juga sama-sama konsentrasi sehingga kecelakaan dapat teriminimalisir,” ungkap Pro. Sugiono.

Ketergantungan pada jaringan internet untuk menggunakan peta jalan tersebut diharapkan akan dapat segera dicarikan solusi agar mampu dipergunakan tanpa internet jika memasuki wilayah yang tanpa sinyal atau desa yang masih belum terjangkau dengan sinyal internet.

“Semoga akan segera dapat dikembangkan dengan lebih baik lagi untuk manfaat yang lebih besar lagi,” pungkas Profesor aktif ke 203 di Universitas Brawijaya ini. (Red)

Tags: Berita PendidikanDADDouble Awareness DrivingIndikrafInovasiInternetKecelakaanKecelakaan Di Perlintasan Kereta ApiKota MalangMalangMalang RayaPendidikanPerlintasan Kereta ApiPeta JalanPeta Jalan DADPeta Jalan Double Awareness DrivingProfesorProfesor UBTeknologiUBUniversitas Brawijaya

Related Posts

Strategi City Branding Pasca Pengakuan UNESCO, Mahasiswa Universitas Bakrie Bedah Potensi Media Arts Kota Malang

1 bulan ago
Regional CEO BNI Kanwil 18 Malang,Soesetyo priharjanto saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Festival Mbois ke-10 kemarin pagi

Begini Kata Regional CEO BNI Tentang Festival Mbois X di Kota Malang

3 bulan ago

Festival Mbois Ke-10 Resmi Dibuka, Malang Rayakan “Lebaran Ekraf” dengan Ribuan Pengunjung

ICCN & ICCF 2025 Gelar Pra-Konferensi “Road to ICCF 2025”

ICCF 2025 Digelar di Malang Raya, Kreativitas Menyatu, Nusantaraya Jadi Simfoni Baru

Digitalisasi Bisnis Jadi Kunci! Indosat Sasar UMKM Malang Agar Cuan Online Meningkat

Next Post
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, CVO, OBE, saat meninjau pembangunan King's College London di kawasan KEK Singhasari bersama CEO KEK Singhasari David Santoso (Foto : Red)

Tinjau Progres Pembangunan Kings College London, Duta Besar Inggris Kunjungi KEK Singhasari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Strategi City Branding Pasca Pengakuan UNESCO, Mahasiswa Universitas Bakrie Bedah Potensi Media Arts Kota Malang
  • Begini Kata Regional CEO BNI Tentang Festival Mbois X di Kota Malang
  • Festival Mbois Ke-10 Resmi Dibuka, Malang Rayakan “Lebaran Ekraf” dengan Ribuan Pengunjung
  • ICCN & ICCF 2025 Gelar Pra-Konferensi “Road to ICCF 2025”

Kategori

  • Covid-19
  • Dunia
  • Ekbis
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Institusi
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Publik
  • Teknologi
  • Terbaru
  • Tidak Terkategori

© 2022 - 2025 INDIKRAF - Indonesia Industri Kreatif News.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2022 - 2025 INDIKRAF - Indonesia Industri Kreatif News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In