Sabtu, Januari 31, 2026
No Result
View All Result
  • Login
INDIKRAF
  • Publik
  • Institusi
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Nasional
  • Dunia
INDIKRAF
  • Publik
  • Institusi
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Nasional
  • Dunia
No Result
View All Result
indikraf
No Result
View All Result

Mahasiswa FTP UB Rubah Limbah Batok Kelapa Menjadi Pupuk Cair Organik Dan Pupuk Karbon

Redaksi Indikraf by Redaksi Indikraf
5 tahun ago
in Ekbis, Pendidikan, Publik, Terbaru
0
SHARES
106
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MalangSatu – Kekayaan wilayah desa Sutojayan, kabupaten Blitar dengan jumlah pohon kelapa yang melimpah menghasilkan jumlah limbah batok kelapa yang cukup banyak pula.

Dalam satu tahun saja diketahui ada 15 ton limbah Batok Kelapa yang hanya dimanfaatkan untuk kerajinan tangan, bahan bakar gamping dan sisanya yang tak terpakai akan dibuang begitu saja.

Padahal dalam Batok kelapa tersebut diketahui memiliki kandungan Lignin, selulosa, hemiselulosa dan karbon  yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan asap cair yang dapat dijual.

Menyadari potensi yang belum tergarap tersebut, tim mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) yang terdiri dari Maulana A’inul Yaqin, Bakti Pertiwi Purnama Sari, Wakhidatul Fitriyah, Yohana Christine Tiurma Manurung dan Muhammad Usman Sihab melakukan oengabdian masyarakat dengan program yang diberi tajuk LIKE-TOK dengan Judul ‘Produksi Asap Cair Batok Kelapa Guna Memberdayakan dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Kelompok Tani di Desa Sutojayan’.

LIKE-TOK merupakan program sosialisasi dan pelatihan secara bertahap melalui media online untuk menangani masalah limbah organik khususnya batok kelapa di Desa Sutojayan yang bertujuan memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dalam produksi asap cair dan produk samping berupa pupuk karbon dari limbah batok kelapa.

Dengan produksi asap cair dan pupuk karbon tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan konsep pemberdayaan termasuk menciptakan kelompok tani yang mandiri.

“Limbah batok kelapa dimanfaatkan sebagai asap cair dengan menggunakan alat pirolisis sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida organik untuk tanaman dan pupuk karbon guna menyuburkan tanaman,” ungkap salah satu anggota tim, Maulana A’inul Yaqin.

Melalui program LIKE-TOK ini akan dapat mengurangi limbah batok kelapa sebanyak 98,8% setiap bulannya serta meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Sutojayan dengan penjualan produk pestisida asap cair dan pupuk karbon sebesar Rp 5.519.900 per bulan.

Rencana tahapan berikutnya dari program LIKE-TOK yaitu melakukan penjualan secara online dengan menggunakan e-commerce untuk menjangkau pasar yang lebih luas, serta bekerja sama dengan toko penjualan bahan pertanian dan dinas pemerintahan terkait. (Red)

Artikel ini telah dimuat di AdaDiMalang

Related Posts

Strategi City Branding Pasca Pengakuan UNESCO, Mahasiswa Universitas Bakrie Bedah Potensi Media Arts Kota Malang

1 bulan ago
Regional CEO BNI Kanwil 18 Malang,Soesetyo priharjanto saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Festival Mbois ke-10 kemarin pagi

Begini Kata Regional CEO BNI Tentang Festival Mbois X di Kota Malang

3 bulan ago

Festival Mbois Ke-10 Resmi Dibuka, Malang Rayakan “Lebaran Ekraf” dengan Ribuan Pengunjung

ICCN & ICCF 2025 Gelar Pra-Konferensi “Road to ICCF 2025”

ICCF 2025 Digelar di Malang Raya, Kreativitas Menyatu, Nusantaraya Jadi Simfoni Baru

Digitalisasi Bisnis Jadi Kunci! Indosat Sasar UMKM Malang Agar Cuan Online Meningkat

Next Post

Inovasi Kain Kasa Mempercepat Penyembuhan Luka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Strategi City Branding Pasca Pengakuan UNESCO, Mahasiswa Universitas Bakrie Bedah Potensi Media Arts Kota Malang
  • Begini Kata Regional CEO BNI Tentang Festival Mbois X di Kota Malang
  • Festival Mbois Ke-10 Resmi Dibuka, Malang Rayakan “Lebaran Ekraf” dengan Ribuan Pengunjung
  • ICCN & ICCF 2025 Gelar Pra-Konferensi “Road to ICCF 2025”

Kategori

  • Covid-19
  • Dunia
  • Ekbis
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Institusi
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Publik
  • Teknologi
  • Terbaru
  • Tidak Terkategori

© 2022 - 2025 INDIKRAF - Indonesia Industri Kreatif News.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2022 - 2025 INDIKRAF - Indonesia Industri Kreatif News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In