Sabtu, Januari 31, 2026
No Result
View All Result
  • Login
INDIKRAF
  • Publik
  • Institusi
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Nasional
  • Dunia
INDIKRAF
  • Publik
  • Institusi
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Nasional
  • Dunia
No Result
View All Result
indikraf
No Result
View All Result

Limbah Kulit Apel Di Kota Batu Disulap Menjadi Beras

Redaksi Indikraf by Redaksi Indikraf
5 tahun ago
in Pendidikan, Publik, Terbaru
0
SHARES
379
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MalangSatu – Banyaknya limbah kulit apel yang terbuang dan hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak di desa Tulungrejo kota Batu, berhasil ‘disulap’ menjadi beras oleh enam mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB).

Limbah kulit apel yang berlimpah di desa Tulungrejo kota Batu ini dirubah menjadi beras analog yang diberi nama BENKAP.

Cara mengolah limbah kulit apel menjadi Beras Analog BENKAP tersebut diajarkan kepada ibu PKK Desa Tulungrejo, kota Batu yang sebagian warganya bekerja sebagai pekerja atau buruh pengupas kulit apel. Dimana potensi dalam satu hati dapat terkumpul 40 kilogram limbah kulit apel.

Selama ini limbah kulit apel hanya dimanfaatkan sebagai pakan hewan ternak dan sisanya dibuang begitu saja padahal di dalam kulit apel memiliki banyak kandungan yang dapat dijadikan olahan produk ekonomis dan bermanfaat.

Menyadari BENKAP dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan warga desa Tulungrejo kota Batu, enam mahasiswa FTP UB yang terdiri dari Moch. Mukasyafatul Asror, Arva Saktia Zulemita, Esthy Dwi Anggraeni, Erni Wahyu Wijayanti, Husna Atikah dan Rizal Nur Alfian memberikan memberikan pelatihan pembuatan BENKAP kepada para ibu PKK desa didampingi Joko Prasetyo sebagai dosen pembimbing.

“Pembuatan BENKAP cukup mudah karena hanya dengan fortifikasi tepung kulit buah apel dan bahan-bahan lain.
Pertama-tama tim mengajarkan cara kulit buah apel dikeringkan dengan oven sehingga lebih mudah diproses menjadi tepung kulit apel,” jelas Koordinator Tim BENKAP M. Mukasyafatul Asror.

Usai proses menjadi tepung kulit apel, dilakukan proses pencampuran dengan fortifikasi tepung lain seperti sorgum, meizena dan lain sebagainya termasuk penambahan larutan GMS.

“Dari proses itu kemudian didapatkan adonan dan potong menggunakan noodle maker dan gunting lalu dikeringkan, terakhir adalah proses pengemasan beras analog dengan berat bersih 250 gram setiap bungkusnya,” ujar M. Mukasyafatul Asror.

BENKAP disebutkan memiliki kandungan protein dan antioksidan tinggi yang dapat mencegah kanker dan diabetes serta bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk mengurangi resiko terpaparnya virus dan bakteri.

“Kegiatan ini merupakan program pelatihan terpadu dalam penanganan limbah organik di Desa Tulungrejo, kota Batu. BENKAP merupakan program yang solutif dengan memberdayakan unsur masyarakat dalam menangani permasalahan limbah organik,” ungkap M. Mukasyafatul Asror.

Saat ini Tim BENKAP telah menggagas produk turunan dari BENKAP yaitu berupa pupuk organik cair (POC) dari apel reject dan tepung kulit apel sebagai pengembangan dari keberlanjutan program BENKAP yang masih berlanjut dan terus dikembangkan untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tulungrejo.

“Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tulungrejo dengan penjualan produk BENKAP sebesar Rp3.200.640,- setiap bulannya. Rencananya kami akan bekerjasama dengan dinas pemerintahan terkait untuk mendukung keberlanjutan program BENKAP ini,” pungkas M. Mukasyafatul Asror. (Red)

Berita ini telah dimuat di AdaDiMalang

Tags: BENKAPFTP UBKota BatuUBUniversitas Brawijaya

Related Posts

Strategi City Branding Pasca Pengakuan UNESCO, Mahasiswa Universitas Bakrie Bedah Potensi Media Arts Kota Malang

1 bulan ago
Regional CEO BNI Kanwil 18 Malang,Soesetyo priharjanto saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Festival Mbois ke-10 kemarin pagi

Begini Kata Regional CEO BNI Tentang Festival Mbois X di Kota Malang

3 bulan ago

Festival Mbois Ke-10 Resmi Dibuka, Malang Rayakan “Lebaran Ekraf” dengan Ribuan Pengunjung

ICCN & ICCF 2025 Gelar Pra-Konferensi “Road to ICCF 2025”

ICCF 2025 Digelar di Malang Raya, Kreativitas Menyatu, Nusantaraya Jadi Simfoni Baru

Digitalisasi Bisnis Jadi Kunci! Indosat Sasar UMKM Malang Agar Cuan Online Meningkat

Next Post
Dandim 0833 Kota Malang Ajak KBT Untuk Bela Negara

Dandim 0833 Kota Malang Ajak KBT Untuk Bela Negara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Strategi City Branding Pasca Pengakuan UNESCO, Mahasiswa Universitas Bakrie Bedah Potensi Media Arts Kota Malang
  • Begini Kata Regional CEO BNI Tentang Festival Mbois X di Kota Malang
  • Festival Mbois Ke-10 Resmi Dibuka, Malang Rayakan “Lebaran Ekraf” dengan Ribuan Pengunjung
  • ICCN & ICCF 2025 Gelar Pra-Konferensi “Road to ICCF 2025”

Kategori

  • Covid-19
  • Dunia
  • Ekbis
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Institusi
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Publik
  • Teknologi
  • Terbaru
  • Tidak Terkategori

© 2022 - 2025 INDIKRAF - Indonesia Industri Kreatif News.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2022 - 2025 INDIKRAF - Indonesia Industri Kreatif News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In