Indikraf.id, Kota Malang – Berawal dari hobi menyayi sebagai pelampiasan positif dari penatnya beraktivitas sebagai dosen di salah satu Perguruan tinggi Negeri (PTN) di Kota Malang, Whida Rositama pada hari ini meluncurkan single lagu berjudul ‘Jalani Saja’ hasil berduet dengan mahasiswanya, Arbain Al-Ashar, Sabtu (10/02/2024).
“Menurut saya, menjaga kesehatan mental (mental health) merupakan hal yang penting dan saya rasa menyanyi merupakan salah satu hal yang dapat menjadi cara atau solusi untuk itu,” ungkap perempuan yang akrab disapa Miss Whida ini.
Kolaborasi antara dosen dan mahasiswanya ini menjadi salah satu model kolaborasi positif selain berbagai hal yang berkaitan dengan bidang pendidikan di kampusnya.
Alasan pemilihnya Arbain sebagai pasangan duet dalam single Jalani Saja ini menurut Miss Whida disebabkan Arbain memiliki ciri suara yang khas sehingga kolaborasi ini dapat menampilkan lagu pop yang akrab di telinga kawula muda. Selain itu, kesamaan latar belakang keduanya dalam hal kompetisi Duta menjadikan dosen dan mahasiswa ini dapat berkolaborasi tanpa rasa canggung antar keduanya.
Miss Whida tercatat pernah menjadi duta. Begitupun dengan Arbain yang menjadi duta budaya Malang dan duta budaya Jawa Timur. Kesamaan hobi tersebut membuat hubungan dosen dan mahasiswa ini tidak hanya berlangsung di kelas, tetapi juga pada ranah ekspresi dan kreativitas.
“Saya merasa Arbain ini punya potensi dalam bidang tarik suara, maka dari itu saya ajak dia untuk kolaborasi. Sebelumnya, kami juga pernah terlibat beberapa kegiatan bersama di internal maupun di eksternal kampus, salah satunya pernah menjadi juri duta,” kisah Miss Whida.
Lagu Jalani Saja ini juga sebagai kenangan sebelum Arbain pindah dari kota Malang, karena setelah lulus pria bersuku Bugis ini akan bekerja di Batam.
“Duet kami dalam single lagu yang berjudul Jalani Saja ini diharapkan dapat menjadi duet yang dapat menyentuh anak muda. Lagu ini sangat menyentuh hati para pendengar dan pecinta musik tanah air karena di dalam berisi tentang perjalanan hidup,” kata Miss Whida.
Di sisi lain Arbain merasa antusias dengan ajakan Miss Whida. Ia juga merasa bangga karena sukses berkolaborasi dengan dosen yang sudah dianggapnya seperti orang tua sendiri.
“Kalau biasanya hubungan dosen dan mahasiswa itu terkesan kaku, seperti kolaborasi riset, jurnal, atau tugas-tugas lain, kami coba menghasilkan karya yang memang murni dari hobi, dalam bentuk single berjudul Jalan Saja ini,” ujar Arbain.
Menurut Miss Whida, single Jalani Saja juga sebagai upaya menjaga kesehatan di tengah aktivitas dan kesibukannya. Single ini bukan yang pertama baginya sebab tahun 2022 dia mengeluarkan single berjudul ‘Raya Bahagia’.
Singlenya di tahun 2024 ini dirilis dengan tema berbeda yang terinspirasi dari perjalanan emosional yang tergambar dalam film indie ‘Suara Hati’ yang disutradarai langsung oleh Miss Whida. Lagu ini awalnya merupakan soundtrack dari film berjudul ‘Kita Ceria’ ciptaan dari Wendi dan Tito.
Menurut perempuan yang fasih berbahasa asing ini, lagu Jalani Saja menjadi cerminan musikal dari narasi film suara hati. Film tersebut menceritakan tentang ketangguhan dan cinta yang teguh dari tokoh utama yang sayangnya mengidap penyakit serius.
“Berasal dari esensi alur cerita film, lagu ini menangkap keinginan gencar sang tokoh utama untuk merangkul momen berharga kehidupan bersama pasangannya yang tercinta walaupun hidupnya tidak akan lama lagi. Liriknya beresonansi dengan tekad karakter untuk hidup secara autentik, tanpa terbebani oleh penilaian orang lain atau vonis yang diberikan oleh dokter,” ungkapnya.
Melalui melodi yang menggugah dan lirik yang menyentuh hati, Miss Whida berharap para pendengar dapat merasakan keteguhan tekad sang tokoh utama. Ia berharap setiap pendengar menikmati setiap momen berharga dengan orang yang dicintainya, terlepas dari tantangan yang mereka hadapi.
“Lagu ini sangat cocok didengarkan bagi kamu yang sedang berjuang untuk orang yang kamu cintai. Jalani akan beresonansi secara mendalam dengan pendengar, menawarkan pengingat yang menyentuh hati tentang kekuatan transformatif cinta di tengah tantangan terbesar dalam kehidupan,” pungkas Whida Rositama. (Red)




