Sabtu, Januari 31, 2026
No Result
View All Result
  • Login
INDIKRAF
  • Publik
  • Institusi
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Nasional
  • Dunia
INDIKRAF
  • Publik
  • Institusi
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Nasional
  • Dunia
No Result
View All Result
indikraf
No Result
View All Result

Hasil Penelitian Dosen teknik Universitas Brawjaya, Gelombang Panas Dapat Digunakan Sebagai Alternatif Metode Penyembuhan Kanker

Redaksi Indikraf by Redaksi Indikraf
2 tahun ago
in Gaya Hidup, Kesehatan, Pendidikan, Publik, Terbaru
Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T.., yang meneliti penggunaan biopanas untuk pengobatan penyakit kanker (Foto : redaksi)

Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T.., yang meneliti penggunaan biopanas untuk pengobatan penyakit kanker (Foto : redaksi)

0
SHARES
53
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indikraf.id, Kota Malang – Pengobatan penyakit kanker dengan menggunakan metode kemoterapi acapkali menimbulkan rasa takut bagi pasien yang akan menjalaninya. Mengingat dari penggunaan metode tersebut disebutkan sel sehat yang ada dalam tubuh juga akan ikut mati akibat penggunaan bahan kimia yang disuntikkan dalam pelaksanaan kemoterapi.

Dengan keahliannya di bidang teknik khususnya dalam hal transfer biopanas, Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T. berhasil meneliti penggunaan Teknologi Microwave Ablation (TMA) dalam pengobatan penyakit kanker.

“Dengan teknologi microwave ablation ini menggunakan jarum sebagai antena penghantar panas yang akan ditancapkan di kanker tersebut berada. Nantinya akan dialirkan gelombang panas secara bertahap hingga 55 derajat celcius maksimal selama sepuluh menit saja,” ungkap pria yang menjadi Profesor ke 354 Universitas Brawijaya ini.

Dengan metode tersebut, maka suhu panas yang dialirkan melalui antena tersebut akan merusak sel kanker dengan cara penguapan cairan di lokasi kanker.

“Dengan metode tersebut, maka gelombang panas yang diberikan itu akan terlokalisir sesuai dengan suhu yang diberikan dan durasi waktu gelombang panas itu diberikan. Karena jika lebih dari sepuluh menit dan lebih dari 55 derajat celcius, dikhawatirkan akan merusak area di luar lokasi kanker tersebut berada,” ujar Prof. Slamet Wahyudi.

Dengan penggunaan Teknologi Microwave Ablation (TMA) tersebut dipercaya akan efektif dalam penyembuhan penyakit kanker yang diderita pasein.

“Teknologi ini sebagai pembangkit biopanas yang memungkinkan ablasi jaringan agar lebih mudah diprediksi dan mampu menghasilkan volume ablasi lebih besar dalam jangka waktu yang lebih singkat serta memberikan intensitas energi lebih rendah sehingga kerusakan jaringan dapat dikendalikan, dengan begitu dapat mengurangi kerusakan pada sel-sel sehat di sekitar lokasi kanker berada,” ujar Prof. Slamet.

https://youtu.be/RtDmWkyps4I

Ditanya apakah penelitiannya tersebut telah diterapkan kepada pasien penderita kanker, Profesor aktif ke-25 di Fakultas Tehnik Universitas Brawijaya ini menegaskan hal tersebut belum dilaksanakan karena memerlukan izin khusus. Oleh karenanya Prof. Slamet juga akan berkolaborasi dengan dosen atau pakar dari Fakultas Kedokteran UB untuk keberlanjutan hasil penelitiannya.

“Semoga segera dapat dikembangkan dan dapat dipergunakan untuk mengobati penyakit kanker yang banyak diidap oleh masyarakat Indonesia,” pungkas Prof. Slamet Wahyudi. (Red)

Tags: Fakultas Teknik Universitas BrawijayaFT UBGelombang PanasKankerKemoterapiKesehatanMicrowavePenyakitSlamet WahyudiTeknologi Microwave AblationUBUniversitas Brawijaya

Related Posts

Strategi City Branding Pasca Pengakuan UNESCO, Mahasiswa Universitas Bakrie Bedah Potensi Media Arts Kota Malang

1 bulan ago
Regional CEO BNI Kanwil 18 Malang,Soesetyo priharjanto saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Festival Mbois ke-10 kemarin pagi

Begini Kata Regional CEO BNI Tentang Festival Mbois X di Kota Malang

3 bulan ago

Festival Mbois Ke-10 Resmi Dibuka, Malang Rayakan “Lebaran Ekraf” dengan Ribuan Pengunjung

ICCN & ICCF 2025 Gelar Pra-Konferensi “Road to ICCF 2025”

ICCF 2025 Digelar di Malang Raya, Kreativitas Menyatu, Nusantaraya Jadi Simfoni Baru

Digitalisasi Bisnis Jadi Kunci! Indosat Sasar UMKM Malang Agar Cuan Online Meningkat

Next Post
Prof. Sugiono, S.T., M.T., Ph.D., berhasil ciptakan Peta Jalan DAD untuk meningkatkan konsentrasi pengendara saat akan melintasi perlintasan kereta api (Foto : Redaksi)

Peta Jalan DAD Ciptaan Profesor UB Dapat Minimalisir Kecelakaan Di Perlintasan Kereta Api

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Strategi City Branding Pasca Pengakuan UNESCO, Mahasiswa Universitas Bakrie Bedah Potensi Media Arts Kota Malang
  • Begini Kata Regional CEO BNI Tentang Festival Mbois X di Kota Malang
  • Festival Mbois Ke-10 Resmi Dibuka, Malang Rayakan “Lebaran Ekraf” dengan Ribuan Pengunjung
  • ICCN & ICCF 2025 Gelar Pra-Konferensi “Road to ICCF 2025”

Kategori

  • Covid-19
  • Dunia
  • Ekbis
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Institusi
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Publik
  • Teknologi
  • Terbaru
  • Tidak Terkategori

© 2022 - 2025 INDIKRAF - Indonesia Industri Kreatif News.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2022 - 2025 INDIKRAF - Indonesia Industri Kreatif News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In