Sebagai wujud dukungan agar UMKM Desa Wisata Padusan dapat kian berkembang.
Indikraf – Salah satu hal yang seringkali menghambat usaha kecil untuk berkembang adalah tercampurnya uang pribadi dengan modal usaha. Akibatnya, modal usaha yang seharusnya dapat dipakai untuk pengembangan usaha, justru terpakai untuk keperluan pribadi.
Terkait dengan hal tersebut, dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam Tim Pengabdian UM melaksanakan pelatihan dan pendampingan para pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) di desa Wisata Padusan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
UMKM di desa Padusan pacet Kabupaten mojokerto banyak bertumbuh seiring dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang untuk menikmati berbagai destinasi wisata yang ada di desa Padusan tersebut. Beberapa destinasi wisata alam tersebut seperti Wisata Air Panas Padusan, Air Terjun Grenjengan, Bukit Krapyak, Wisata Agro Padusan hingga Outbound dan juga Rafting.
“Jadi untuk usaha kecil atau usaha yang baru dimulai biasanya memang menghadapi berbagai persoalan seperti modal, akses pembiayaan hingga minimnya penggunaan tekonologi informasi untuk kegiatan pemasaran dan pencatatan keuangan,” ungkap salah satu anggota Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang (UM) Dhika Maha Puteri, S.Pd., M.Acc.
Menurut Dhika, Tim Pengabdian UM melihat UMKM Desa Padusan masih belum menguasai manajemen bisnis khususnya dalam hal pengelolaan keuangan yang dapat menggambarkan proforma entitas bisnis secara maksimal.
“Oleh karena itu kami melakukan pengabdian dalam bentuk pelatihan dan pendampingan pembuatan laporan keuangan sesuai standart yakni Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (PSAK ETAP),” ungkap perempuan yang sehari-harinya mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM ini
Perlu diketahui, laporan keuangan melalui Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (PSAK ETAP) selama ini di Indonesia telah difasilitasi oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), mulai dari perlakuan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan UMKM.
Kegiatan pelatihan dan pendampingan Tim Pengabdian UM yang beranggotakan Dr. Joko Sayono, M.Pd., M.Hum., Dhika Maha Putri, S.Pd., M.Acc., Ronal Ridhoi, M.A., Titis Thoriquttyas, M.Pd.I serta beberapa mahasiswa yakni M. Maulana Valsafah, Irwan Adi Prasetiyo, dan Niken Puspa Nofitra ini dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 16 Juli 2022 lalu.

“Pada hari Sabtu tanggal 16 Juli 2022 kami memberikan materi tentang ‘Cerdas Keuangan Untuk Peningkatan Kualitas Usaha Mikro’ oleh Anggreana Nila, sementara di hari Minggu tanggal 17 Juli 2022 saya memberikan materi tentang Klasifikasi Pencatatan Keuangan dan Pelaporan Keuangan Bagi UMKM,” ungkap Dhika.

Menurut Dhika, pelatihan dan pendampingan para pelaku UMKM desa wisata Padusan tersebut dilakukan dengan tujuan agar pelaku UMKM di desa Padusan tersebut dapat mengelola keuangan sekaligus menghasilkan laporan proforma untuk kegiatan usaha yang dijalankannya.
Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang juga melakukan pelatihan mengenai pengelolaan keuangan bagi UMKM berbasis aplikasi yang tentunya akan mempermudah pelaku UMKM mencapai laporan proforma keuangan usahanya.
Selain para pelaku UMKM sebagai peserta kegiatan pelatihan dan pendampingan, para perangkat desa Padusan Pacet Kabupaten Mojokerto juga hadir dimana kegiatan pelatihan berjalan dengan meriah dan penuh keguyuban dimana peserta sangat antusias bertanya tentang materi yang diberikan. (Red)




