Sabtu, Januari 31, 2026
No Result
View All Result
  • Login
INDIKRAF
  • Publik
  • Institusi
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Nasional
  • Dunia
INDIKRAF
  • Publik
  • Institusi
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Politik
  • Nasional
  • Dunia
No Result
View All Result
indikraf
No Result
View All Result

Dosen Polinema Terapkan Batman Ribone

Redaksi Indikraf by Redaksi Indikraf
5 tahun ago
in Ekbis, Pendidikan, Publik, Terbaru
0
SHARES
159
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bantu UKM Batik Malangan kembangkan usahanya.

MalangSatu – Menyadari potensi yang dimiliki cukup tinggi namun masih belum teroptimalkan, dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengajak UKM Batik di kota Malang untuk menjadi Batman Ribone.

Kegiatan kolaborasi dosen Polinema bersama UKM Batik ini dilaksanakan sebagai wujud pengabdian masyarakat dosen Polinema sebagai akademisi kepada masyarakat sekitar dengan keilmuan yang mereka miliki.

Tim pengabdian masyarakat dari Polinema yang diketuai oleh Siti Amerieska ini bersama anggota tim yang lain yakni Galuh Kartiko, Novi Nugrahani, Rika Wijayanti dan Farika Nikmah ini memprakarsai pengelolaan manajemen usaha Batik Malangan dengan memberikan pemahaman akan pentingnya Triple Bottomline (People, Planet dan Profit) dalam menjalankan usaha UKM Batik.

Batman Ribone yang merupakan akronim dari Batik Malangan Triple Bottomline yang merupakan suatu Sistem Operating Prosedur (SOP) manajemen usaha UKM Batik Malangan yang menekankan pentingnya aspek People, Planet dan Profit dalam operasional UKM Batik.

“Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan metode partisipatif yang menerangkan petunjuk penggunaan SOP Batman Ribone yang bisa disampaikan melalui penyuluhan agar mitra (UKM Batik Malangan) dapat meningkatkan tata kelola manajemen organisasi, motivasi kewirausahaan dan perencanaan dan proposal bisnis (Business Plan),” ujar Ketua Tim PKM Polinema, Siti Amerieska.

Menurut Siti Amerieska, pelatihan dilakukan setelah penentuan masalah yang membutuhkan tindak lanjut pelatihan dari hasil konsultasi terhadap semua aspek aktivitas usaha melalui metode problem solving agar mitra dapat memiliki peningkatan produksi topeng mandiri dan efisien yang menggunakan bahan dasar yang ramah lingkungan (pewarna alami).

“Selain pelatihan, tim PKM Polinema juga melaksanakan pendampingan yang ditujukan agar mitra menerapkan hasil konsultasi dan pelatihan termasuk melakukan evaluasi dalam melaksanakan semua aspek aktifitas usaha sehingga mitra mampu menentukan dan memutuskan strategi penanganan masalah yang dihadapi,” ujar Siti Amerieska.

Dengan pelatihan dan pendampingan hingga evaluasi yang dilakukan tersebut, diharapkan UKM Batik Malangan sebagai mitra akan mampu membangun kemitraan atau kerja sama dengan instansi baik pemerintah ataupun swasta untuk dapat menjadi investor, donatur ataupun sponsor dengan pengembangan komunikasi sosial dan promosi.

Sementara itu, salah satu Ketua Kelompok Batik Malangan yakni Ali Widodo menyampaikan bahwa pada awalnya manajemen usaha yang dilakukan selama ini sebenarnya sudah mengacu pada triple bottomline hanya saja pelaksanaannya tidak secara kontinyu dilakukan seperti penggunaan pewarna alami dan proses pengelolaan limbah batik yang hanya memilah limbah yang berbahaya atau tidak.

“Kami merasa terbantu dengan adanya Tim PKM Polinema ini karena dengan petunjuk SOP Batman Ribone di dalamnya seperti cara mengelola limbah secara alami dan ekonomis,” umgkap Ali Widodo.

Manfaat yang lain juga diutarakan salah satu pelaku UKM Batik Malangan yakni Ima yang mengaku dengan SOP Batman Ribone khususnya tentang people mengajarkan bagaimana proses sosial memberdayakan masyarakat dengan bergabung melalui usaha batik yang ditekuninya. (Red)

Artikel ini telah dimuat di AdaDiMalang

Related Posts

Strategi City Branding Pasca Pengakuan UNESCO, Mahasiswa Universitas Bakrie Bedah Potensi Media Arts Kota Malang

1 bulan ago
Regional CEO BNI Kanwil 18 Malang,Soesetyo priharjanto saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Festival Mbois ke-10 kemarin pagi

Begini Kata Regional CEO BNI Tentang Festival Mbois X di Kota Malang

3 bulan ago

Festival Mbois Ke-10 Resmi Dibuka, Malang Rayakan “Lebaran Ekraf” dengan Ribuan Pengunjung

ICCN & ICCF 2025 Gelar Pra-Konferensi “Road to ICCF 2025”

ICCF 2025 Digelar di Malang Raya, Kreativitas Menyatu, Nusantaraya Jadi Simfoni Baru

Digitalisasi Bisnis Jadi Kunci! Indosat Sasar UMKM Malang Agar Cuan Online Meningkat

Next Post

Mahasiswa FTP UB Rubah Limbah Batok Kelapa Menjadi Pupuk Cair Organik Dan Pupuk Karbon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Strategi City Branding Pasca Pengakuan UNESCO, Mahasiswa Universitas Bakrie Bedah Potensi Media Arts Kota Malang
  • Begini Kata Regional CEO BNI Tentang Festival Mbois X di Kota Malang
  • Festival Mbois Ke-10 Resmi Dibuka, Malang Rayakan “Lebaran Ekraf” dengan Ribuan Pengunjung
  • ICCN & ICCF 2025 Gelar Pra-Konferensi “Road to ICCF 2025”

Kategori

  • Covid-19
  • Dunia
  • Ekbis
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Institusi
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Publik
  • Teknologi
  • Terbaru
  • Tidak Terkategori

© 2022 - 2025 INDIKRAF - Indonesia Industri Kreatif News.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2022 - 2025 INDIKRAF - Indonesia Industri Kreatif News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In