Indikraf.id – Suasana romantis nampak jelas terlihat dari delapan orang yang tengah mengikuti kegiatan kencan buta (blind date) yang digelar oleh Blind Date Indonesia di Chatten cafe Kota Batu malam hari ini, Sabtu (17/08/2024).
Kencan buta yang digelar oleh Blind Date Indonesia yang berpusat di Solo ini baru pertama kali dilaksanakan di Malang khususnya di Kota Batu, dimana sejak dibuka pendaftaran selama kurang lebih dua minggu lamanya terdapat 200 lebih pendaftar yang berminat mengikuti acara kencan buta tersebut.
“Jadi kegiatan blind date di Malang ini merupakan yang ke enam kalinya setelah pertama kali kita laksanakan di Solo dan beberapa kota lainnya. Kita pilih Kota Malang karena animo untuk blind date dari Malang ini cukup tinggi. Dari 200 pendaftar yang mengisi formulir itu kita seleksi dan sekarang terpilih sepuluh orang. Namun yang dapat hadir malam ini hanya delapan orang,” ungkap Founder Blind Date Indonesia, Mahathir Al Afghani Zein.
Menurut pria yang akrab disapa Al ini, dalam ajang blind date kali ini delapan orang hadir secara langsung untuk saling mengenal pasangan yang sudah sesuai atau mendekati kriteria yang diharapkan menjadi pasangannya.
“Tentunya pasangan yang kita pertemukan ini telah kita sesuaikan dengan kriteria satu sama lain. Yang pertama mereka akan ngobrol dengan mengenakan penutup mata agar lebih ada kedekatan tanpa melihat sisi fisik terlebih dahulu. Setelah itu mereka akan ngobrol tanpa penutup mata, makan malam dan mengikuti berbagai permainan untuk membangun kedekatan (chemistry) antar pasangan,” ungkap Al.
Al menjelaskan 200 peminat atau pendaftar blind date di Malang berasal dari kalangan pekerja yang sudah mapan secara ekonomi dan lebih siap secara mental untuk membangun hubungan serius.
“Peserta yang terdaftar umumnya berusia antara 25 hingga 46 tahun dengan kesiapan finansial dan mental yang stabil, yang artinya sebagian besar adalah kaum pekerja yang mampu membayar biaya untuk mengikuti blind date setelah mereka terpilih untuk ikut blind date secara langsung,” jelas Al.
Ditanya sejauh mana peran Blind Date Indonesia dalam mempertemukan dengan pasangan atau jodoh peserta, Al menyampaikan biasanya dalam satu tahun akan tetap ada interaksi dengan pihak Blind Date Indonesia.
“Bahkan ada lho yang baru tiga bulan ikut blind date secara langsung di Solo namun mereka sudah merasa cocok dan akhirnya menikah. Blind Date Indonesia juga memberikan bantuan berupa biaya akad nikah bagi pasangan tersebut. Dan kalau ada yang sudah ikut tapi kemudian tidak merasa cocok, maka mereka bisa ikut ajang blind date lagi tapi harus dari tahap seleksi awal lagi,” jelasnya.
Mengakhiri wawancara, Al menegaskan jika animo di Malang masih tinggi untuk mengikuti blind date, maka ada kemungkinan Blind Date Indonesia akan kembali hadir di Malang untuk menggelar even yang sama.
Venue blind date di Malang ini berlokasi di Chatten Cafe yang memiliki view 360 derajat di Kota Batu. Berlokasi di wilayah Bumiaji, Chatten Cafe sering menjadi lokasi berbagai kegiatan baik yang dilaksanakan oleh manajemen Chatten Cafe ataupun pihak lainnya.
Supervisor Chatten Cafe, Rahma mengaku Chatten Cafe sangat terbuka dalam hal kerjasama ataupun kolaborasi dengan pihak manapun untuk berkegiatan di Chatten Cafe yang memiliki kapasitas hingga 400 orang ini. (Red)




