MalangSatu – Perkembangan teknologi yang begitu pesat membawa perubahan di banyak lini kehidupan masyarakat. Menyadari pentingnya penguasaan kemampuan dalam menjalankan usaha sesuai dengan kondisi yang ada saat ini, membuat Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember memberikan pelatihan kepada para santri mulai hari Senin kemarin (05/04/2021).
Kegiatan capacity building yang dilaksanakan di kota Batu ini diikuti 26 orang perwakilan Pondok Pesantren di wilayah Jember yang telah menjalankan usaha di pondok pesantrennya selama ini.
KPwBI Jember bekerjasama dengan Halal Center Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang untuk memberikan pelatihan kewirausahaan yang diharapkan dapat membuat para santri yang menjadi peserta mulai mengenal spirit entrepreneurship selain menguasai ilmu agama.
Era Society 5.0 merupakan suatu konsep society yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi, dimana konsep ini lahir sebagai pengembangan revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peran manusia.
Memasuki era industri 5.0 dinilai tidak hanya sekedar memasuki dunia digital semata dimana Pondok Pesantren sebagai kekuatan society dinilai memiliki pengalaman panjang dan telah terbiasa untuk mengambil peran.
Kegiatan capacity building diawali dengan pemberian materi ekosistem halal dan implementasi ekonomi syariah oleh Prof Mohammad Bisri MS, mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB) yang kini mengelola pondok pesantren Bahrul Maghfiroh Malang dan dilanjutkan materi tentang business mindset khususnya terkait unit-unit usaha yang ada di pondok pesantren dari Direktur Halal Center Bahrul Maghfiroh, Tri Darmanto.
Selain dua tokoh dari Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, para praktisi bisnis juga dihadirkan untuk memberikan materi tentang manajemen bisnis, manajemen keuangan, digital marketing, branding dan inovasi agrobisnis yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi para santri dalam menjalankan usaha di pondok pesantren binaan KPwBI Jember ini.
Dalam kondisi pandemi, UKM merupakan salah satu usaha rakyat yang telah terbukti mampu bertahan dan memiliki kemampuan bertahan yang lebih unggul daripada usaha besar lainnya yang telah tumbang terlebih dahulu. Dengan capacity building yang diberikan, KPwBI Jember berharap UKM di Pondok Pesantren yang dibinanya dapat lebih berkembang saat pelaku ekonomi lainnya hanya mampu bertahan saat ini.
“Halal telah menjadi isu penting di segala aspek kehidupan, bahkan ke depan UKM harus sadar tentang Sistem Penjaminan Halal Internal (SPMHI). Saat ini banyak ditemukan fakta masih banyak pelaku bisnis belum memahami filosofi halal dengan benar. Edukasi harus terus dilakukan agar muncul perilaku dan budaya baru di semua tahapan bisnis termasuk masyarakat sebagai konsumen,” menurut Prof M. Bisri MS.
M. Bisri lebih lanjut menegaskan bahwa persoalan halal harus terjadi mulai dari hulu hingga hilir dimana semua proses harus dikawal secara ketat yang akan membuat konsumen menjadi lebih tenang karena semua produk yang dibelinya telah memenuhi persyaratan halal.
“Halal dapat menjadi added value bagi UKM agar bisa memenangkan persaingan,” ungkap mantan Rektor Universitas Brawijaya ini.
Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh saat ini telah bekerja sama dengan PT Narendra Food BM telah memproduksi keju mozzarella dan dapat menjadi contoh produk kreatif yang dikelola pondok pesantren. Setiap bulannya Bahrul Maghfiroh Malang mampu memproduksi 4 hingga 5 ton keju mozzarella setiap bulannya untuk dipasarkan secara online ke seluruh kota di Indonesia.
Dengan mengikuti capacity building tersebut, para santri diharapkan dapat semakin percaya diri dan segera membekali diri untuk menyambut era digital 5.0 untuk mampu bersaing dan mengembangkan ekonomi pesantrennya masing-masing. (Red)




