Kota Malang – Sebagai bagian dari kerjasama hexahelix yang dibangun selama ini, dunia perbankan juga menjadi salah satu instansi pendukung pelaksanaan Festival Mbois ke-10 tahun 2025 ini. Salah satu perusahaan perbankan yang memberikan dukungan terhadap perkembangan ekonomi kreatif di kota Malang ini adalah BNI Kantor Wilayah 18 yang ada di Malang.
Dalam pembukaan Festival Mbois ke-10, nampak pula dihadiri oleh Soesetyo Priharjanto selaku Regional CEO BNI Kanwil 18 Malang bersama para tamu undangan lainnya. Soesetyo dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya karena BNI Kanwil Malang dapat bergabung dan mendukung pelaksanaan Festival Mbois ke-10 kali ini.
“Yang pertama kami mengucapkan terima kasih karena BNI sudah diberi kesempatan ikut andil dan kami juga merasa bangga karena salah satu platform pembangunan saat ini adalah pengembangan industri kreatif dan alhamdulillah BNI tidak hanya mendukung industri kreatif di lokal saja tapi hingga skala internasional,” ungkap Soesetyo..
Menurut Regional CEI BNI Kanwil Malang ini, BNI sebagai salah satu bank himbara juga sangat mendukung industri kreatif hingga lintas negara mulai dari pembiayaan, pendampingan hingga mencari pasar di negara lain.
Soesetyo juga menanggapi raihan Kota Malang sebagai Kota Kretif Dunia oleh UNESCO pada akhir Oktober 2025 lalu, yang membuatnya merasa sudah tepat sekali jika BNI turut serta dalam mendukung pelaksanaan Festival Mbois ke-10 kali ini yang juga dilaksanakan sebagai bagian dari Indonesia Creative Cities festival (ICCF) 2025.
Sementara itu Vicky Arief selaku Ketua OC ICCF 2025 menyampaikan bahwa kerjasama yang dibangun selama ini sudah mencapai tahapan hexahelix dimana selain ada pemerintah, komunitas, akademisi, media, pelibatan lembaga baik milik negara taupun swasta juga dilaksanakan. Salah satunya adalah dengan BNI sebagai bank Himbara untuk turut serta mendukung pelaksanaan Festival Mbois ke-10 kali ini.
“Yang jelas kami berharap dari pelaksanaan FMX ini akan memberikan dampak nyata pada pelaku ekraf di Kota Malang. Jadi kalau orang berwisata di banyak tempat itu rata-rata adalah wisata konsumtif, tetapi berwisata ke Festiva Mbois di kota Malang itu adalah wisata produktif,” ungkap Vicky Arief.
Malang Creative Center (MCC) menurut Vicky merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah Kota Malang untuk melahirkan talenta-talenta muda yang berwisata secara pendidikan atau edukasi.
“Harapan kita tentunya ini akan menjadi kerja-kerja kolaborasi yang nyata. Terus kita juga merayakan bahwa Malang telah lolos sebagai kota kreatif media art dunia, UNESCO. Jadi harapannya impact dengan keberadaan UNESCO ini langsung bisa dirasakan oleh masyarakat dalam waktu dekat ini,” pungkas Vicky Arief. (Red)




